Kicau Kacau adalah buku pertama dari seorang penulis “yang lebih dikenal sebagai pembawa acara sebuah infotainment di tv” yaitu Indra Herlambang. Seperti buku-buku milik Raditya Dika (Kambing Jantan,dll), buku ini pun menceritakan tentang pengalaman-pengalaman pribadi milik Indra Herlambang yang dikemas dengan tulisan ringan, lucu, dan menarik untuk disimak. Namun bedanya Kicau Kacau tidak hanya sekedar menghibur lewat guyonannya tapi juga bisa memberi sebuah pandangan baru dalam melihat sesuatu yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita. Kicau Kacau mengangkat masalah-masalah yang dekat dengan kehidupan kita sehari hari, seperti masalah gaya hidup, kesehatan, keluarga, relationship, bahkan mengenai kemacetan Jakarta juga dibahas di sini. Yang pasti setelah membaca buku ini ada beberpa pelajaran tentang hidup yang bisa saya peroleh.

Cast : James Wolk as Brad Cohen
Dominic Scott Cay as young Brad Cohen
Rating : 4 / 5
Brad Cohen adalah seorang pria penderita tourette syndrome. Dia selalu mengeluarkan suara-suara aneh yang tidak bisa ia kendalikan. Film ini beralur maju mundur, bab pertama menceritakan bagaimana awal mula Brad muda dan ibunya mencari tau apa sebutan ‘penyakit’ yang diderita Brad, apakah bisa disembuhkan, dan bagaimana caranya agar Brad bisa diterima di masyarakat maupun di sekolahnya. Perjuangan ibunya patut dicungi jempol karena selalu memberi semangat anaknya bahwa setiap orang entah penderita tourette ataupun bukan pasti bisa mengejar cita-cita yang diinginkan asalkan terus berusaha, nah inilah yang menjadi dasar pada perjuangan di bab kedua.
Bab kedua menceritakan perjuangan Brad dalam mencari pekerjaan sebagai seorang guru. Tentu saja tidak mudah bagi penderita tourette syndrome untuk berbicara tanpa mengelurkan suara-suara aneh. Sehingga dia harus selalu menjelaskan apa itu tourette syndrome di setiap wawancaranya. Orang pada umumnya pasti akan melihat Brad orang yang sangat aneh, begitu pula pewawancara2,mereka selalu meragukan kemampuan Brad dalam mengajar karena ketidakmampuannya dalam mengendalikan suara-suara aneh itu. Menghadapi berbagai macam penolakan atau bahkan cercaan pewawancara tidak membuat Brad patah semangat. Dia yakin bahwa akan ada sekolah yang mau menerimanya. Hingga pada akhirnya ada satu sekolah yang mau menerima Brad sebagai guru.
Brad adalah orang yang sangat optimis dan berpikiran terbuka, dia tidak pernah malu akan tourette syndrome nya. Sebagai catatan film ini adalah berdasarkan kisah nyata.